SISTEM OPERASI
Sistem operasi
dapat dikatakan adalah perangkat lunak yang sangat kompleks. Hal-hal yang
ditangani oleh sistem operasi bukan hanya satu atau dua saja, melainkan banyak
hal. Dari menangani perangkat keras, perangkat lunak atau program yang berjalan,
sampai menangani pengguna. Hal tersebut menyebabkan sebuah sistem operasi
memiliki banyak sekali komponen-komponen tersendiri yang memiliki fungsinya
masing-masing. Seluruh komponen yang menyusun sistem operasi tersebut saling
bekerjasama untuk satu tujuan, yaitu efisiensi kerja seluruh perangkat komputer
dan kenyamanan dalam penggunaan sistem operasi.
Oleh karena itu,
penting bagi kita untuk mengetahui komponen-komponen apa saja yang ada didalam
sebuah sistem operasi, agar kita bisa mempelajari sistem operasi secara
menyeluruh. Tanpa satu saja dari komponen-komponen tersebut, bisa dipastikan
sebuah sistem operasi tidak akan berjalan dengan maksimal. Bayangkan jika kita
memiliki sistem operasi yang tidak memiliki kemampuan untuk menangani program-program
yang berjalan sekaligus. Kita tak akan bisa mengetik sambil mendengarkan lagu
sambil berselancar di internet seperti yang biasa kita lakukan saat ini.
Mempelajari komponen sistem operasi secara umum dapat mempermudah pemahaman
untuk mengetahui hal-hal yang lebih detail lagi tentang sistem operasi.
Pengertian
secara umum adalah pengelola seluruh sumberdaya yang terdapat pada sistem
komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga memudahkan dan
menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumberdaya sistem komputer.
Dari berbagai macam sistem
operasi yang ada, tidak semuanya memiliki komponen-komponen penyusun yang sama.
Pada umumnya sebuah sistem operasi modern akan terdiri dari komponen sebagai
berikut:
• Manajemen Proses.
• Manajemen Main Memory.
• Manajemen File.
• Manajemen Sistem I/O.
• Manajemen Penyimpanan Sekunder.
• Proteksi dan Keamanan.
Dalam
kegiatannya sehari-hari, sistem operasi memiliki sebuah mekanisme proteksi
untuk memastikan dirinya, semua program yang berjalan, dan data-data
penggunanya berjalan dengan baik. Untuk melakukan hal tersebut, sistem operasi
memiliki dua jenis mode operasi yang saling terpisah. Dua operasi tersebut,
yaitu user mode, eksekusi program dikendalikan oleh pengguna, dan kernel mode,
eksekusi program dikendalikan oleh sistem operasi, dinamakan dual-mode
operation.
Dual-mode
operation diimplementasikan pada arsitektur perangkat keras. Sebuah bit yang
disebut mode bit ditambahkan ke perangkat keras untuk menunjukkan mode operasi
saat itu: 0 untuk kernel mode dan 1 untuk user mode.
Dengan adanya
dual-mode operation, eksekusi sebuah program atau sebuah proses bisa dibedakan
sumbernya, apakah dieksekusi oleh sistem operasi atau dieksekusi oleh pengguna.
Hal ini akan sangat berguna dalam berjalannya sistem operasi.
Selain itu,
sistem operasi memiliki sebuah mekanisme untuk melindungi prosesor dari
berbagai macam program yang berjalan. Bayangkan jika ada sebuah proses
mengalami infinite loop. Tentu saja prosesor akan terus menerus melayani
program itu dan menghambat proses lainnya yang akan dieksekusi prosesor, dan
hal ini bisa dipastikanakan mengurangi kinerja dari komputer.
Perlindungan
prosesor tersebut dilakukan dengan timer. Timer diset untuk melakukan interupsi
prosesor setelah beberapa periode waktu. Dengan adanya timer, sebuah program
bisa dicegah dari berjalan terlalu lama. Misalkan sebuah program memiliki time
limit 7 menit. Setelah 7 menit tersebut terlewati, sistem operasi akan
menginterupsi prosesor dan menghentikan eksekusi program tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar